Pagi yang dulu terasa sejuk nan indahnya,
Kini berubah,
Semua tumbuhan tidak bisa berdiri dengan sempurna,
Daun hijaunya tak sedap lagi dipandang,
Apalagi tunas-tunasnya,
Jangan harapkan dia bisa muncul dipermukaan bumi.
Sebelum itu teman,
Lihatlah,
Tanahnya yang subur berubah,
Sekarang,
Apalagi yang bisa diharapkan dari tumbuhan itu?
Ketika berkeinginan untuk tumbuh dan bangkit,
Tapi sayang,
Sungguh sayang,
Tanah yang menjadi tumpuhannya kini tidak bisa diandalkan lagi.
Kemanakah tumbuhan ini protes???
Suara kicauan burungpun kini nyaris tak terdengar,
Ataukah burung sudah enggan lagi hinggap?
Padahal burung itulah sahabat sejati tumbuhan itu,
Siapakah yang patut dipersalahkan???
Tatkala pemandangan kian berubah jadi kian tak beraturan,
Tumbuhan mati akibat bom yang membabi buta,
Tanah yang suburpun menjadi rusak dan tandus karenanya,
Kicauan burung digantikan dengan suara desingan peluru yang melesat tak tentu arah tujuan,
Adakah setitik belas kasihan dihati mereka yang berbuat makar?
Kemanakah jiwa kemanusiaan mereka?
Wahai Saudaraku dan jauh disana,
Yakinlah,
Saudaramu di belahan bumi selalu mendoakanmu,
Yakinlah,
Musuhmu akan mendapat balasan setimpal,
Yakinlah,
Allah selalu menyertaimu,
Yakinlah,
Allah melihatmu,
Yakinlah,
Surga menantimu,
Yakinlah itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar